Tampilkan postingan dengan label Creators. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creators. Tampilkan semua postingan

18 Desember 2011

Boris Chertok, Desainer Sputnik Wafat

VIVAnews - Boris Chertok, desainer roket dan orang yang sangat penting di balik program ruang angkasa Uni Soviet yang membantu membuat Sputnik, satelit buatan manusia pertama yang berangkat ke luar angkasa, meninggal dunia akibat radang paru-paru. Ia wafat di usia 99 tahun.

Dikutip dari The Moscow Times, Chertok wafat Rabu, 14 Desember 2011, hanya tiga bulan sebelum ulang tahunnya yang ke 100.

Ia merupakan salah satu anggota tim insinyur yang dipimpin oleh Sergei Korolyov, mantan narapidana yang kemudian menjadi bapak program ruang angkasa Soviet. Sputnik, satelit yang Chertok desain, berangkat ke orbit pada 4 Oktober 1957.

Padahal, Chertok pernah menyebutkan, capaian itu, yang mengejutkan Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara lain di dunia, awalnya dianggap remeh oleh bangsanya sendiri. “Tidak satupun dari kita atau media massa kita memahami signifikansi sejarah dari capaian kami ini,” sebut Chertok dalam sebuah wawancara di tahun 2007 lalu.

Tim Korolyov ini jugalah yang berjasa membuatkan roket yang berhasil menjadikan Yuri Gagarin sebagai manusia pertama yang tiba di ruang angkasa pada April tahun 1961. Namun sayangnya, identitas Korolyov, Chertok, dan insinyur lainnya dirahasiakan oleh Russia selama bertahun-tahun, tanpa diketahui sedikitpun oleh dunia barat.

15 Desember 2011

Pendiri Microsoft Buat Pesawat Luar Angkasa

Salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, berencana membangun pesawat luar angkasa yang bisa menggantikan Space Shuttle--untuk mengangkut para wisatawan luar angkasa ke orbit dalam dekade ini.

Sebagai langkah awal, Allen berniat membangun pesawat superbesar. Pada awalnya, dia berencana meluncurkan roket tak berawak untuk membawa satelit, baik milik pemerintah maupun swasta, ke luar angkasa. Setelah itu, baru ia akan meluncurkan roket yang membawa manusia.

Inisiatif Allen--yang sepanjang hidupnya sangat antusias dengan segala hal yang berkaitan dengan luar angkasa--datang hanya beberapa bulan setelah Amerika Serikat mempensiunkan program Space Shuttle setelah 30 tahun beroperasi dan membuka pintu bagi perusahaan privat untuk memasok kendaraan luar angkasa.

Roket Allen akan diluncurkan dari pesawat yang akan menjadi yang terbesar di dunia--yang didukung enam mesin jet jumbo dan akan dibuat oleh Scaled Composites, sebuah unit dari kontraktor pertahanan, Northrop Grumman Corp.

Seberapa besar pesawat ini?

Lebar sayapnya 385 kaki atau 117 meter, lebih lebar dari lapangan sepakbola, dan 70 persen lebih panjang dari sayap Boeing 747.

Roketnya akan dibuat SpaceX--perusahaan luar angkasa swasta yang dibuat milyuner Elon Musk, pendiri situs pembayaran online, PayPal. Roket dan pesawat itu kemudian akan diintegrasikan oleh perusahaan spesialis penerbangan dan rudal, Dynetics.

Uji coba penerbangan ditargetkan akan dilakukan pada 2015, menyusul penerbangan komersial pertama setahun kemudian.

"Sudah lama saya bermimpi membuat langkah besar dalam penerbangan luar angkasa," kata Allen.  

Perusahaan yang akan mengoperasikan program tersebut adalah Stratolaunch Systems yang punya motto, "Semua orbit, setiap saat".

Allen--yang menjadi penyandang dana tunggal bagi proyek ambisius ini--tidak menyebutkan berapa banyak duit yang bakal dia kucurkan. Namun, diduga pundi-pundi uangnya bakal berkurang sekitar US$200 juta atau lebih. Ini jauh lebih besar dari US$20 juta yang pernah ia keluarkan untuk mendukung penerbangan luar angkasa privat pertama pada 2004 lalu.

Penggila luar angkasa
Allen yang kini berusia 58 tahun, dalam catatan Forbes, menempati urutan ke-57 orang terkaya di dunia, dengan jumlah kekayaan sebesar US$13,2 miliar.

Ia adalah miliader terakhir bidang IT yang punya ketertarikan dalam penerbangan angkasa luar swasta. Ambisinya segaris dengan Musk, pemilik SpaceX, dan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos; yang mendirikan Blue Origin yang bermimpi bisa membawa manusia ke luar angkasa dengan biaya yang terjangkau, tak sampai jutaan dolar seperti saat ini.
Dua tahun mendatang, Blue Origin akan menerbangkan manusia ke sub-orbital ruang angkasa dengan biaya US$200 ribu. Sudah 500 orang yang mendaftar.

Allen mengatakan, ia telah lama memendam hasrat ke luar angkasa. "Aku pernah bermimpi menjadi astronot, kata dia. Sayangnya, alih-alih jadi astronot, penglihatannya yang buruk bahkan tak memungkinkan dia menerbangkan pesawat. Tapi, ambisi itu tak pernah mati, bahkan setelah dia dua kali berjuang melawan kanker. (Sumber: Reuters | kd)

13 November 2011

Zuckerberg Masuk 10 Orang Paling Berkuasa

VIVAnews - Pencipta media sosial terpopuler di dunia saat ini, Mark Zuckerberg, masuk sebagai 10 orang paling berkuasa di dunia versi Forbes. Pendiri Facebook ini peringkatnya melonjak menjadi peringkat 9 dari sebelumnya peringkat 40 dunia pada 2010 lalu.

Mahasiswa drop-out dari Harvard University ini menjadi orang termuda yang masuk dalam daftar itu. Karena Zuck, begitu dia biasa disapa, masih berusia 27 tahun.

Forbes menyebutkan, apa yang gagal dilakukan CIA dalam waktu 60 tahun, kini berhasil dilakukan Zuck dalam kurun waktu tujuh tahun. Anak muda itu kini berkuasa dalam hal mencari tahu apa yang dipikirkan oleh 800 juta orang, atau 10 persen dari populasi dunia, apa yang dibaca, didengarkan, ditambah apa yang mereka ketahui, sukai, di mana mereka tinggal, perjalanan mereka, apa yang mereka pilih, toko yang dikunjungi, serta keyakinan relijius mereka.

Pengguna internet di Amerika Serikat lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengunjungi laman Facebook atau rata-rata 6,3 jam per bulan dibanding situs lainnya.

Zuck saat ini membuat sistem keuangan sendiri, Facebook Credits, untuk memfasilitasi transaksi dan keuntungan pengguna. Dengan kekayaan bersih sekitar US$17,5 miliar atau senilai Rp157 triliun, Zuck tercatat sebagai orang terkaya ke-14 di Amerika dalam 400 orang terkaya Amerika versi Forbes pada September lalu.

Pria lajang ini juga tercatat sebagai miliuner dunia pada urutan ke-52 dan urutan ke-22 di Amerika Serikat pada Maret lalu.

Tapi Zuck bukan satu-satunya, penghuni Silicon Valley yang masuk daftar 10 besar paling berkuasa versi Forbes. Pendiri Microsoft Bill Gates malah berada di atas Zuck, yaitu peringkat kelima.

Tapi keberadaan Gates di dalam daftar bukan sebuah kejutan. Karena selama ini Gates dikenal sebagai orang terkaya di dunia, sebelum digeser oleh Carlos Slim. Tahun lalu, Gates juga masuk peringkat 10 dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes.

Selain itu, penghuni Silicon Valley lain yang masuk ke dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes adalah pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang berada di peringkat 30, CEO Amazon Jeff Bezos di peringkat 40, dan CEO Apple Tim Cook di peringkat 58.