19 November 2011

Teknologi Jadikan Daur Ulang Menyenangkan

VIVAnews - Sepertinya daur ulang selama ini memang aktivitas yang membosankan. Atas sebab inilah sejumlah cara dilakukan untuk membuat benda menarik yang menjadikan orang-orang tertarik mengumpulkan botol dan kaleng bekas.

Salah satunya yang dilakukan oleh pemenang kompetisi Fun Theory, yang diadakan Volkswagen, 2009 silam. Dengan menyulap tempat sampah non-organik menjadi seperti mesin videogame arcade, banyak orang yang berlomba-lomba mencari botol dan kaleng bekas untuk meraih nilai tertinggi.

Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun tertarik untuk berlomba-lomba bermain arcade, dengan mengganti "insert coin" menjadi "insert bottle" atau "insert can" ini.

Di video yang ada di tautan ini, Anda bisa melihat antusias orang-orang terhadap tempat sampah yang dinamakan "bottle bank" ini. Video ini diambil di kota Stockholm, dan mesin dibuat oleh Volkswagen Swedia.

Aktivitas menarik dalam kegiatan daur ulang juga dilakukan perusahaan asal Boston, Greenbean Recycle. Dengan mesin daur yang dinamakan Zoe, mesin ini mampu mengidentifikasi sampah plastik, alumunium, atau gelas.

Mesin ini juga mampu menghitung berapa jumlah kaleng, botol, atau plastik yang telah Anda buang. Data itu kemudian di-upload ke situs Greenbean, dan sejumlah reward menarik pun disediakan, diantaranya refund atau pemberian uang sebesar 5 sen yang akan ditransfer ke deposit di akun PayPal, TechCash, atau disumbangkan ke lembaga amal seperti Nature Conservacy.

Selain itu, Greenbean menyediakan kartu hadiah gratis untuk orang yang paling banyak mendaur ulang kaleng atau botol. Hadiahnya macam-macam, dari tiket pertandingan Boston Red Sox, atau hadiah menarik lain yang disediakan oleh sponsor.

"Kami ingin menjadi seperti Zynga di daur ulang," kata CEO Greenbean, Shanker Sahai, seperti dikutip dari CNN. Seperti diketahui, Zynga merupakan pencipta games online di jejaring sosial, seperti "Farmville" atau "Cityville".

17 November 2011

HTC Radar, Alat Komunikasi Berbasis Windows

VIVAnews - Komunikasi online bagi pengguna merupakan hal yang sangat penting, khususnya bagi mereka yang gemar mengupdate informasi dan status dalam jejaring sosial. Untuk itu, hari ini HTC menawarkan pengalaman online yang berbeda dengan meluncurkan HTC Radar.

Dengan fitur Power Hub dari Windows Phone, pengguna bisa mendapat update dari teman dengan menampilkan semua riwayat komunikasi dengan penggguna lain. Pengguna juga bisa terhubung lewat SMS, Facebook, dan Windows Live Messenger dalam satu percakapan tanpa pindah aplikasi.

“Dalam smartphone ini, secara khusus tampilan online diintegrasikan dengan kontak. Jadi, sekali kontak pengguna terbuka, jejaring sosial, email dan semua jenis informasi online akan tampil di dalamnya,” kata Agus Sugiharto, Country Manager HTC Indonesia di Jakarta, 10 November 2011.

Agus menyebutkan, fasilitas tersebut dimungkinkan oleh Windows Phone 7.5 Mango yang menjadi sistem operasinya. “HTC Radar, smartphone pertama WP 7.5, menciptakan fasilitas yang memungkinkan Anda memanfaatkan secara penuh dari inovasi Windows Phone terbaru,” ucapnya.
Sistem Cloud
Menurut Hermawan Sutanto, Central Marketing Director Microsoft Indonesia, Windows Phone 7.5 juga melangkapi pengalaman online dengan fasilitas Skydrive, penyimpanan berbasis cloud untuk upload dan mengakses foto, video, atau dokumen di mana pun dan kapan pun.

“Sistem operasi ini juga menggeser basis aplikasi menjadi berbasis pada pengguna,” kata Hermawan. “Dari kontak, kita dapat mengetahui update mereka tanpa perlu membuka Facebook. Dalam history juga terlihat saya pernah menjalin kontak atau kirim email,” ucapnya.

Di Indonesia, smartphone berukuran saku dengan panjang 120,5 mm, lebar 61,5 mm dan tinggi 10,9 mm ini dibanderol dengan harga Rp4,499 juta.

15 November 2011

Real-f Bikin Alat untuk Fotokopi Manusia



VIVAnews - Real-f, sebuah perusahaan startup asal Jepang, menyediakan kesempatan bagi Anda untuk melihat diri Anda sendiri dengan cara yang baru.

Dengan tarif 2.500 poundsterling atau sekitar Rp34,7 juta, perusahaan itu akan membuat foto wajah Anda dan kemudian mencetaknya dalam model 3D untuk dijadikan ‘wajah’ yang terbuat dari vinyl chloride padat. Hasilnya, sebuah model yang disebut dengan 3DPF atau 3 Dimensional Photo Form.

Jika wajah saja tidak cukup, Anda bahkan bisa membuat fotokopi 3D dari kepala Anda secara penuh, termasuk bahu.

Real-f bukanlah perusahaan pertama yang berupaya untuk membuat topeng dari wajah manusia. Namun, model yang dihasilkan oleh Real-f merupakan yang paling realistis.

Real-f mengklaim, Anda bahkan bisa melihat pembuluh darah dan selaput bola mata. Mereka bahkan menyebutkan teknologi yang mereka buat merupakan proses ‘fotokopi’ manusia.

“Kita telah beralih dari monokrom ke warna. Kini waktunya bagi era efek stereoskopik 3 dimensi,” sebut Real-f, seperti dikutip dari DailyMail, 17 Oktober 2011.

Real-f memang tidak menjelaskan apa tujuan mereka membuat teknologi tersebut.  Namun, ada indikasi bahwa para pengguna bisa memasang ‘kepala’ mereka di mannequin. Apapun kegunaannya, para pemesan perlu menunggu 2 minggu sampai kepala Anda selesai dibuat.

13 November 2011

Zuckerberg Masuk 10 Orang Paling Berkuasa

VIVAnews - Pencipta media sosial terpopuler di dunia saat ini, Mark Zuckerberg, masuk sebagai 10 orang paling berkuasa di dunia versi Forbes. Pendiri Facebook ini peringkatnya melonjak menjadi peringkat 9 dari sebelumnya peringkat 40 dunia pada 2010 lalu.

Mahasiswa drop-out dari Harvard University ini menjadi orang termuda yang masuk dalam daftar itu. Karena Zuck, begitu dia biasa disapa, masih berusia 27 tahun.

Forbes menyebutkan, apa yang gagal dilakukan CIA dalam waktu 60 tahun, kini berhasil dilakukan Zuck dalam kurun waktu tujuh tahun. Anak muda itu kini berkuasa dalam hal mencari tahu apa yang dipikirkan oleh 800 juta orang, atau 10 persen dari populasi dunia, apa yang dibaca, didengarkan, ditambah apa yang mereka ketahui, sukai, di mana mereka tinggal, perjalanan mereka, apa yang mereka pilih, toko yang dikunjungi, serta keyakinan relijius mereka.

Pengguna internet di Amerika Serikat lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengunjungi laman Facebook atau rata-rata 6,3 jam per bulan dibanding situs lainnya.

Zuck saat ini membuat sistem keuangan sendiri, Facebook Credits, untuk memfasilitasi transaksi dan keuntungan pengguna. Dengan kekayaan bersih sekitar US$17,5 miliar atau senilai Rp157 triliun, Zuck tercatat sebagai orang terkaya ke-14 di Amerika dalam 400 orang terkaya Amerika versi Forbes pada September lalu.

Pria lajang ini juga tercatat sebagai miliuner dunia pada urutan ke-52 dan urutan ke-22 di Amerika Serikat pada Maret lalu.

Tapi Zuck bukan satu-satunya, penghuni Silicon Valley yang masuk daftar 10 besar paling berkuasa versi Forbes. Pendiri Microsoft Bill Gates malah berada di atas Zuck, yaitu peringkat kelima.

Tapi keberadaan Gates di dalam daftar bukan sebuah kejutan. Karena selama ini Gates dikenal sebagai orang terkaya di dunia, sebelum digeser oleh Carlos Slim. Tahun lalu, Gates juga masuk peringkat 10 dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes.

Selain itu, penghuni Silicon Valley lain yang masuk ke dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes adalah pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang berada di peringkat 30, CEO Amazon Jeff Bezos di peringkat 40, dan CEO Apple Tim Cook di peringkat 58.

11 November 2011

Survei: Pengguna SocMed Naik, Email Turun

Dengan menyediakan aplikasi bisnis yang sesuai dengan apa yang biasa digunakan oleh karyawan generasi millenia sebagai fasilitas kerja, perusahaan bisa menarik calon-calon tenaga kerja yang bagus. (commpartnersconnect.com
VIVAnews - Menurut penelitian lembaga riset comScore, 67 persen pengguna Internet berusia 18 sampai 33 tahun memanfaatkan jejaring sosial (socmed) di tahun 2008. Pada 2010, angkanya naik menjadi 83 persen. Di kisaran waktu yang sama, pengguna surel (email) justru menurun.

Penggunaan email di kalangan usia 12 sampai 17 tahun turun hingga 59 persen pada Desember 2010 dibandingkan dengan kurun waktu yang sama setahun sebelumnya. Di kalangan pengguna berusia 18-24 dan 25-34, penurunan juga terjadi, masing-masing 1 dan 18 persen.

“Angka-angka ini menandakan telah terjadi perubahan kebiasaan generasi muda dalam menggunakan teknologi dan kebiasaan ini akan mereka bawa saat mereka masuk ke dunia kerja,” kata Karie Willyerd, VP Chief Learning Officer SuccesFactors di Jakarta, 9 November 2010.

Willyerd menyebutkan, tenaga kerja masa depan, yang berasal dari generasi ini – disebut juga generasi millenia, lahir di atas tahun 1997 – membutuhkan pendekatan yang berbeda dari perusahaan. “Mereka sangat dekat dengan penggunaan sosial media seperti Twitter dan Facebook, termasuk untuk mendapatkan informasi terkait pekerjaan mereka,” ucapnya.
Fasilitas email, bagi karyawan dari generasi ini, sudah seperti aplikasi masa lalu.

Melihat fakta tersebut, SuccessFactors memperkenalkan perangkat lunak SuccessFactors Learning, salah satu bagian dari Business Execution Suite (BizX) mereka. Aplikasi tersebut memiliki 10 tools, mulai dari rekrutmen, database, sampai suksesi kepemimpinan, yang berguna bagi perusahaan, khususnya yang mempekerjakan karyawan dari generasi millenia.
   
“Aplikasi ini memudahkan perusahaan untuk mengenal karyawan mereka dengan lebih baik,” kata Andi Wibisono, Presiden Direktur Daya Dimensi Indonesia, mitra SuccessFactors di Indonesia. “Perangkat ini juga semakin mempermudah komunikasi dan kolaborasi karyawan di dalam perusahaan sama caranya dengan mereka terhubung dengan keluarga mereka,” ucapnya.
Berbasis Cloud

Dengan menyediakan aplikasi operasional bisnis yang sesuai dengan apa yang biasa digunakan oleh karyawan generasi millenia sebagai fasilitas kerja, Andi menyebutkan, perusahaan bisa menarik calon-calon tenaga kerja yang bagus. “Di saat yang sama membuat karyawan menjadi sangat nyaman bekerja dalam lingkungan yang serupa dengan bagaimana mereka biasa berinteraksi,” ucapnya.

Yang menarik, Andi mengklaim, perusahaan yang ingin memanfaatkan aplikasi berbasis cloud ini tidak perlu berinvestasi besar untuk perangkat keras dan perangkat lunak. “Teknologi cloud memungkinkan semua menjadi tersentralisasi dan lebih efisien,” ucapnya.

“Asalkan pengguna dari perusahaan itu dapat mengakses Google atau Facebook, dipastikan ia sudah memiliki infrastruktur yang cukup untuk  mengakses aplikasi SuccessFactors tersebut,” klaim Andi. “Tidak perlu banyak bandwidth yang dibutuhkan,” ucapnya.

Jam Nuklir 60x Lebih Akurat Dibanding Atom

VIVAnews - Selama bertahun-tahun, jam atom dianggap sebagai perangkat yang paling akurat untuk menunjukkan waktu. Jam yang menggunakan partikel berukuran sub atomik yang bergerak beberapa kali per detik tersebut nyaris tidak pernah melakukan kesalahan.

Namun demikian, kini kehandalan jam atom sebagai jam yang paling akurat di seluruh dunia kemungkinan akan tergeser oleh jam nuklir karena secara alamiah, nuklir lebih tahan terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan atom dan membuat munculnya potensi kesalahan jadi lebih rendah.

Dikutip dari Science Daily, 10 November 2011, meski jam atom mengukur sejumlah getaran tertentu per detik, kekuatan dari luar seperti medan magnet dan listrik bisa mempengaruhi elektron yang digunakan dalam jam atom. Ini berpotensi menimbulkan kesalahan.

Di sisi lain, partikel yang digunakan dalam jam nuklir yang mengukur getaran dan juga menentukan waktu, bisa dipicu menggunakan cahaya ultraviolet rendah energi. Ini mengakibatkan pengaruh faktor eksternal terhadap sistem yang ada di dalam jam atom lebih rendah.

Dengan metode ini, Corey Campbell dan rekan-rekan peneliti dari Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat telah membuat skema yang menggunakan laser untuk mengontrol orientasi spasial dari orbit elektron di dalam atom.

Peneliti mengklaim, jam nuklir yang memiliki thorium nukleus yang dikontrol dengan cara ini hanya akan meleset hingga satu detik dalam kurun waktu 200 miliar tahun.

Namun demikian, sebelum jam nuklir bisa direalisasikan, peneliti harus mengidentifikasikan frekuensi cahaya yang tepat yang dibutuhkan untuk memicu thorium nukleus tersebut.

9 November 2011

Di Masa Depan Alat Komunikasi Ditanam di Baju

VIVAnews - John Volakis ingin membuat dunia menjadi hands-free. Direktur dari ElectroScience Laboratory, Ohio State University ini tengah berupaya untuk menghilangkan kebutuhan hardware ponsel seperti earphone Bluetooth dengan memasang perangkat komunikasi ke dalam baju.

“Anda tidak lagi perlu memegang ponsel di telinga Anda,” kata Volakis, seperti dikutip dari New York Times, 25 Oktober 2011. “Kita akan mengeliminasinya, dan itu akan menjadi bagian dari pakaian kita,” ucapnya.

Langkah yang ia lakukan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membuat ‘tekstil cerdas’ atau pakaian yang dikenakan namun memiliki perangkat elektronik yang mampu mengumpulkan, menyimpan, mengirim, dan menerima informasi di dalamnya.

Di laboratoriumnya, Volakis sendiri fokus ke bagian pengiriman dan penerimaan informasi, berupaya mengubah pakaian militer, jubah rumah sakit, bahkan kaos sehari-hari menjadi sebuah antena.

Di samping membawa teknologi di film-film fiksi ilmiah ke dunia nyata, misalnya cukup berkata lewat kerah baju jika Anda ingin berbicara pada orang lain, antena pada pakaian akan menghadirkan metode komunikasi tersembunyi bagi tentara, pemantau nirkabel bagi pasien dan mampu meraih sinyal dengan lebih baik.

Meski begitu, Volakis dan timnya membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk mengembangkan pakaian berantena bagi pengguna sipil. Namun demikian, laboratoriumnya berhasil membuat antena di dalam rompi antipeluru bagi pasukan angkatan darat Amerika Serikat.

Dengan rompi tersebut, kata Chi-Chih Chen, peneliti yang mengembangkan, dilengkapi dengan panel antena di depan dan tiga buah panel lain di belakangnya, sama seperti memiliki ‘lebih banyak mata dan telinga’ bagi penggunanya.
   
“Kita punya banyak ruangan pada tubuh kita. Mengapa tidak kita manfaatkan untuk menempatkan antena di sana,” kata Volakis. “Mari kita pastikan bahwa kita akan terus mendapatkan 5 bar pada perangkat komunikasi kita. Atau bahkan kalau perlu, 10 bar,” ucapnya.